Teliti Sebelum Membeli

Oktober 2, 2007

Membeli barang bekas memang harus teliti. Bukan hanya teliti, Anda juga sebaiknya paham secara teknis kelebihan dan kekurangan barang yang hendak Anda beli. Misalnya saja ingin membeli televisi bekas, sebaiknya seseorang memang memahami perihal-perihal teknis pertelevisian, bagaimana kualitas terangnya, sinkronisasi warna, kualitas suara dan masih banyak lagi. Anda jangan terpikat bentuk luarnya saja, karena itu yang paling mudah dipoles dan digosok agar tampak mengkilap. Kalau Anda kurang yakin sebaiknya ajak seorang teman yang cukup menguasai hal itu. Sebenarnya seorang konsumen berhak mendapatkan penjelasan teknis yang detil tentang barang yang hendak dibelinya. Adalah kewajiban seorang penjual untuk menjelaskan kepada pembelinya, tentang barang yang dijualnya. Itu sudah diatur dalam Undang-undang Nomer 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, lebih khusus lagi yang terkait dengan pelabelan dan periklanan. Barang bekas misalnya tidak boleh dibilang baru, kendati wujud luar barang itu nampak baru. “Penjual harus memasang label bahwa itu barang bekas dan tidak boleh mengiklannya sebagai barang baru,” demikian pernah diungkapkan Agus Pambagio, mantan Wakil Ketua Yayasan lembaga Konsumen, kepada wartawan dalam satu kesempatan. Termasuk dalam hal pelabelan dan periklanan ini adalah memberikan informasi sejelas-jelasnya mengenai barang bekas yang rusak atau cacat. Namun dalam praktiknya mana ada penjual barang, apalagi barang bekas, yang dengan terang-terangan menjelskan kepada pembelinya kelemahan barang dagangannya. Pembeli sendirilah yang harus teliti Bagaimana pun barang bekas adalah barang rekondisi.
Pada dasarnya barang itu pasti pernah dipakai dalam jangka waktu tertentu, kemudian rusak dan tidak bisa atau susah dibetulkan lagi, atau pemiliknya pengin ganti model atau ia memang lagi butuh uang. Nah, pembeli harus siap dengan kondisi-kondisi semacam itu. Kalau pemilik lamanya cuma pengin ganti model atau sedang butuh uang, Anda boleh berharap mendapatkan barang yang masih bagus. Tetapi kalau memang pernah rusak, Anda merti ekstra hati-hati.

Kalau pun dibilang ada garansi, sudah pasti itu garansi dari penjualnya sendiri. Karena mana ada pabrik yang menggaransi baranng bekasnya. Karena itu bila Anda akhirnya menemukan kekurangan pada barang itu, batalkan atau tawar lebih rendah lagi, barangkali biaya perbaikannya lebih kecil ketimbang selisih harganya tadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: