Sangat Tergantung Pesanan

Oktober 2, 2007

Ide-ide terobosan memang selalu diperlukan dalam setiap usaha. Salah satu contohnya yang dilakukan oleh Muhamad Jatim, seorang pedagang kayu dari sisa hasil gergajian. Semula ia hanya mengumpulkan kayu sisa dari perusahaan penggergajian itu di tokonya, kemudian menjualnya begitu saja.Namun lama kelamaan penjualan terasa seret. Barang numpuk di tokonya yang terletak di Klender, Jakarta Timur, tanpa ada pembeli. Sampai satu ketika ia terpikir membuat wadah parsel dari kayu-kayu itu, ketika menjelang lebaran. Wadah parsel itu dipajangnya di depan tokonya yang lalu lintasnya memang cukup ramai. Mulailah datang pesanan, dan lama kelamaan pelanggannya mulai banyak. Pernah satu waktu, ketika lebaran, natal dan tahun baru berdempetan waktunya, ia mendapatkan pesanan tempat parsel hingga 250 buah.

Jatim tinggal menyediakan bahan kayu, dan sejumlah peralatan seperti pasak dan gergaji. Selebihnya tukanglah yang akan mengerjakan pesanan itu. Untuk pekerjaan biasa saja, ia membayar Rp 3.000 kepada tukangnya. Namun untuk yang agak rumit ia membayar hingga Rp 5.000. Bentuknya bermacam-macam. Ada yang mirip rumah panggung, kapal, ada juga yang berbentuk seperti mobil. Untungnya tak banyak. “Namun lumayanlah bisa ngasih pekerjaan ke tukang, sekaligus kayu saya jadi terjual,” katanya.

Bukan hanya wadah parsel yang dibuatnya. Di kala tidak ada pesanan, ia meminta anak buahnya membuat kandang ayam atau binatang piaraan lainnya. Kandang-kandang itupun dipajangnya do tokonya. Biasanya orang yang lewat ada saja yang tertarik, apalagi kalau desainnya menarik.

Pedagang seperti Jatim memang lebih mengandalkan pesanan. Masalahnya tidak semua pembeli suka pada model yang dibuatnya. Mereka biasanya sudah punya model, sehingga di tinggal bikin. Sekali waktu pernah Jatim coba-coba membikin aneka desain, yang dirasanya menarik. Tetapi tetap saja pembeli memilih desain yang sudah dibawanya sendiri. Alhasil barangnya pun numpuk di gudang, tidak laku. “Mending nunggu pembeli saja deh,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: