Misteri Baterei Isi Ulang

Oktober 2, 2007

Jika baterei ponsel. Kamera, atau peralatan lain milik Anda mendadak mati dan tidak bisa dicas lagi, jangan buru-buru menyalahkan pabrik pembuatnya. Bisa jadi baterei tersebut selama ini tidak dicas (diisi ulang) secara benar. Konsumen memang cenderung semakin berminat terhadap produk-produk cordless (produk-produk yang menggunakan baterei isi ulang sebagai sumber tenaganya) semacam ini, namun mereka tidak memahami bagaimana memperlakukan dengan baik baterei (rechargeable batteries) yang menjadi sumber energi peralatan-peralatan itu. Ini memang pengalaman di AS, namun mungkin bermanfaat buat kita. Dengan perkiraan terdapat 431 juta produk cordless di rumah-rumah tangga di AS saat ini, baterei yang bisa dicas telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat. Namun demikian aturan dasar bagaimana menge-cas baterei masih merupakan misteri bagi banyak orang. Bahkan hanya segelintir orang yang paham bahwa bila batereinya tidak bisa dicas lagi, maka baterei itu dapat dan harus didaurulang demi keamanan lingkungan.

Baterei Nickel-Cadmium (Ni-Cd) merupakan tipe umum baterei isi ulang. Baterei jenis ini menguasai 76% sumber tenaga produk-produk cordless semacam ponsel, peralatan pertukangan, kamera jinjing (camcorder), peralatan vakum dan blender. Setidaknya 95% rumah tangga di AS memiliki satu peralatan semacam ini. Itu membuat baterei bekas dengan cepat menumpuk menjadi sampah. “Dalam banyak kasus, baterei NI-Cd dilepas dari satu produk elektronik dan dibuang ke laci meja karena tidak dapat lagi dicas,” ujar Ralph Millard, Executive Vice President dari Rechargeable Battery Recycling Corporation (RBRC), satu organisasi nirlaba yang bergerak di AS dan Kanada, yang perduli pada upaya pendaurulangan baterei-baterei semacam ini. “Kami mendidik konsumen tak hanya bagaimana ia sebaiknya mengecas batereinya secara benar, tetapi juga bagaimana mendaur ulang baterei itu ketika tak lagi bisa dicas,” tambahnya.

Maka Millard pun memberi saran bagaimana memaksimumkan masa pakai baterei isi ulang dan produk-produk dengan tenaga baterei. Berikut petunjuk-petunjuknya:

* Ikuti petunjuk meng-cas yang biasanya telah disediakan oleh pabrik pembuatnya. Secara umum baterei baru harus dicas semalaman penuh (kurang lebih 14 sampai 16 jam) sebelum digunakan pertama kali. Ini disebut initializing (pengawalan) dan akan memungkinkan Anda mempertahankan kapasitas maksimum baterei tersebut.
* Biarkanlah baterei dalam temperatut kamar sebelum dicas. Efisiensi pengisian dari sebagian besar baterei akan berkurang secara dratis pada suhu yang meningkat.
* Isi ulang baterei ketika baterei-baterei itu nyaris kosong. Baterei yang dikosongkan secara mendadak akan turun dayanya.
* Jagalah agar soket yang masuk ke baterei selalu bersih. Bersihkan dengan lap yang bersih dan sedikit alkohol.
* Jangan pernah memasang baterei yang sudah penuh ke charger hanya sekadar untuk mendapat tambahan tenaga. Ini akan membuat sel baterei kelebihan isi dan akan memendekkan usia baterei Anda.
* Jangan pernah meninggalkan ponsel, kamera dll menancap pada charger ketika Anda tidak sedang mengecas, kecuali itu atas petunjuk yang ada pada manual produk Anda. Jangan gunakan charger sebagai cantelan. Melanjutkan pengisian ulang hanya akan memendekkan usia baterei Anda.
* Jika baterei Anda tak lagi bisa dicas, jangan buang baterei itu!! Hubungi 1-800-8-BATTERY atau bukalah situs http://www.rbrc.org atau dapatkan pusat pendaurulangan terdekat dengan lokasi Anda, yang telah menjalin kerjasama dengan RBRC. Perusahaan semacam Ace Hardware, Americatech, Batteries Plus dll telah menjalin kerjasama dengan RBRC untuk mengumpulkan baterei bekas buat didaur ulang.

Sayang aturan yang terakhir ini hanya berlaku di AS dan Kanada. Di negara kita belum ada organisasi yang memberi perhatian khusus pada upaya daur ulang baterei. Mungkin tulisan ini bisa memberi ide buat berdirinya organisasi semacam ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: