Gaya Madura di Amerika

Oktober 2, 2007

Jutaan ton puing-puing bangunan dibuang setiap tahun. Barang-barang semacam kaca, porselin, beton, bongkaran aspal jalanan, material aspal bekas dari atap, kayu dan kepingan-kepingan batu ternyata masih bisa diolah lagi menjadi barang-barang yang berguna. Commercial Recycling System (CRS), sebuah perusahaan Amerika, menerima dan memproses barang-barang itu, dikombinasi dengan bahan-bahan aslinya, menjadi aneka macam produk. Aneka produk yang diciptakan dari limbah yang didaur ulang tadi digunakan dalam pembangunan jalan ataupun sebagai bahan konstruksi. Langkah yang dilakukan CRS ini disambut baik oleh masyarakat dan kalangan bisnis, yang sama-sama berniat mengurangi bahan buangan. CRS sendiri telah menerima lisensi untuk memproduksi barang-barang yang berasal dari limbah tersebut, dari otoritas yang berwenang.

Puing-puing bekas tembok bangunan misalnya, oleh CRS dihancurkan hingga menjadi butiran halus, kemudian diperbaiki sifat fisiknya dengan berbagai bahan-bahan aditif, dan dijadikan campuran bahan bangunan. Begitu juga aspal bekas konstruksi jalan maupun atap. Aspal tersebut diolah kembali untuk menjadi aspal lagi dengan kualitas yang tidak kalah dengan bahan asalnya. Kayu-kayu sisa bangunanpun bisa diolah lagi menjadi bahan konstruksi kusen, jendela dan produk-produk lain. Pendek kata kalau di Indonesia mereka mirip para pedagang bahan bangunan dari etnis Madura, yang umumnya menjual barang-barang dari puing bekas bangunan. Hanya saja yang dilakukan oleh CRS yang didirikan pada tahun 1992 ini didukung teknologi tinggi. Mereka juga siap memberikan dukungan teknologi melalui sistem lisensi untuk mengembangkan teknologi sejenis, baik di AS maupun di luar negeri. Kesepakatannya meliputi penyediaan petunjuk proses material, peralatan dan operasinya. Desain produk, evaluasi, aplikasi dan pemasaran.

Setiap tahun CRS memproses lebih dari 100.000 ton lebih limbah padat yang siap didaur ulang. Material yang diproses CRS di antaranya tanah yang terkontaminasi minyak, puing bangunan, aspal dll. Setiap jenis memerlukan penanganan khusus dan unik. Guna memastikan bahwa ada banyak pilihan memanfaatkan bahan-bahan limbvah tadi, CRS terus menerus merancang, menguji dan memasarkan aneka produk untuk berbagai keperluan konstruksi. Produk yang dihasilkan harus lebih murah, namun memiliki kualitas yang tidak kalah dengan bahan aslinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: