Bunga Cantik dari Lontar dan Limbah Jagung

Oktober 2, 2007

Di masa lalu daun lontar digunakan untuk menulis surat, membuat buku atau menulis karya-karya sastra. Itu menunjukkan lembar-lembar daun lontar memang memiliki sifat fisik yang baik dan tidak mudah rusak, sehingga layak untuk digunakan sebagai bahan dokumen pada masa lalu. Setelah kini tersedia kertas, dan lontar tidak lagi diperlukan sebagai bahan untuk ditulisi, maka sifat fisik lontar yang bagus ini layak untuk digunakan berbagai keperluan. Salah satu ide menarik adalah membentuk lembaran-lembaran lontar itu menjadi bunga hias. Pada tahap awal daun lontar itu dipotong-potong sesuai kebutuhan, kemudian direbus untuk pewarnaannya. Untuk pewarnaannya sebaiknya menggunakan zat-zat alami, misalnya saga untuk warna merah, kunyit untuk warna kuning. Setelah direbus dan lembaran lontar itu sudah berwarna-warni, proses selanjutnya dikeringkan dan diangin-anginkan.

Bila sudah kering daun lontar itu tinggal dibentuk menjadi aneka model bunga, kemudian dirangkaikan dengan bantuan lem kayu. Pada tahap belajar pakai saja model bunga mawar atau bunga kenanga. Kedua bunga itu mudah dibentuk dan cukup indah. Bila sudah mahir bisa dibuat bunga-bunga lain yang lebih rumit. Untuk tangkainya bisa digunakan kayu atau bambu.

Selain daun lontar bahan lain yang banyak digunakan untuk urusan ini adalah klobot jagung (kulit tongkol jagung). Bahan ini bisa Anda dapatkan dengan mudah di pasar, bahkan sebenarnya merupakan limbah yang siap dibuang. Prosesnya sama, klobot jagung tadi diporong-potong sesuai kebutuhan kemudian direbus untuk pewarnaan. Kombinasi daun lontar dengan klobot jagung akan menghasilkan bunga-bunga hias yang artistik. Rangkaian bunga ini, seperti halnya bunga asli bisa dirangkai dan ditaruh dijambangan atau vas bunga. Bunga-bunga seperti ini juga akan sangat cantik bila direkatkan pada kertas undangan atau kartu ulang tahun.

Bunga-bunga hias semacam ini mudah pemeliharaannya, karena tidak perlu disiram sebagaimana halnya bunga asli. Bahkan disarankan untuk tidak diletakkan di dekat tanaman asli yang kerap disiram. Dikhawatirkan bunga buatan itu akan terkena percikan air sehingga menjadi lembab dan mudah berjamur. Bunga yang berjamur tentu saja akan berkurang keindahannya.

Disarankan juga di antara tangkai-tangkai itu diselipkan akar wangi. Ini akan membuat rangkaian bunga buatan itu beraroma wangi dan tidak disukai nyamuk. Serangga yang satu ini ternyata tidak suka dengan aroma akar wangi.

Kerajinan bunga ini tidak hanya untuk hiasan di rumah sendiri. Jika hasil karya Anda cukup artistik, Anda bisa menjualnya di galeri-galeri atau di toko-toko bunga buatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: