Asuransi Buat Pemulung, Mungkinkah?

Oktober 2, 2007

Para pemulung adalah orang-orang yang rentan dengan masalah kesehatan. Sehari-hari mereka bekerja di udara terbuka, diterpa sinar matahari dan hujan serta bekerja di lingkungan yang kotor. Berbagai penyakit siap menghajar daya tahan tubuh para pemulung ini. Sejauh ini tak ada satu pihak pun yang peduli pada masalah ini. Termasuk, mereka sendiri pun abai dengan masalah yang sesungguhnya sangat serius bagi kelangsungan hidup mereka dan anak keturunannya. Jika toh badan tersa tidak enak, paling-paling mereka atasi dengan obat-obat bebas yang bisa dibeli di warung-warung kecil di sekitar tempat mereka bekerja.

Padahal dengan tingkat penghasilan mereka yang lumayan tetap – kurang lebih Rp 20.000 sampai Rp 30.000 perhari — sesungguhnya mereka merupakan pasar yang baik bagi perusahaan asuransi. Dengan perhitungan yang cermat tentu ada produk asuransi kesehatan atau asuransi apa saja yang bisa dirancang untuk mereka. Kalau toh jumlah mereka kurang besar, mereka bisa disatukan dengan para pekerja sektor informal lainnya yang sangat besar jumlahnya di daerah-daerah suburban.

Satu contoh saja produk yang cukup menarik dan sesuai buat mereka adalah produk Asuransi Rakyat Indonesia (ASRI) yang dikembangkan oleh AJB Bumiputera 1912. Hanya dengan membayar premi Rp 5.000,- per tahun atau Rp 500,- perbulan, kalangan masyarakat bawah seperti kaum pemulung ini dapat memanfaatkan produk asuransi itu. Dengan produk tersebut, jika tertanggung meninggal dunia karena sakit biasa, ahli waris dibayarkan santunan sebesar Rp 1 juta. Kemudian meninggal karena kecelakaan dibayarkan santunan Rp 2 juta. Sedangkan tertanggung cacat tetap total, baik karena sakit atau kecelakaan dibayarkan santunan Rp 1 juta.

Yang penting buat mereka adalah bukti bahwa asuransi itu memang benar menguntungkan mereka. Jika saja mereka bisa menyaksikan orang-orang dari kalangan mereka sekali atau dua kali mendapatkan manfaat yang nyata dari produk asuransi, mereka tentu akan lebih mudah diajak bergabung. Sebaliknya jika saja sekali saja mereka menyaksikan ada anggota lingkungannya yang tertipu oleh oknum-oknum petugas asuransi, maka seumur-umur mereka tidak akan percaya lagi. Makanya perusahaan asuransi yang ingin memanfaatkan pasar ini harus yakin benar dan mampu mengembangkan sistem yang bisa menangkal moral hazard di antara petugasnya. Masalahnya para pemulung ini mungkin kurang paham dengan aturan yang rumit dari perusahaan asuransi, sehingga peluang terjadinya moral hazard sungguh sangat besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: