Alat Gosok dari Limbah Pabrik Tekstil

Oktober 2, 2007

Suatu hari Yudi melihat barang itu di penampungan barang-barang bekas. Barang itu berupa alat penggosok yang terbuat dari paku-paku kecil yang berjajar rapi pada lapisan kulit. Alat penggosok itu panjangnya sekitar 1 meter, biasa digunakan di pabrik tekstik untuk membersihkan kapas yang masih melekat pada lembaran tekstil. Biasanya di pabrik tekstil alat gosok ini hanya sekali dipakai lantas dibuang. Yudi melihat pakunya masih tajam sehingga masih bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Kreativitas Yudi bangkit. Dipotongnya alat gosok itu menjadi sepanjang 5 cm dampai 8 cm dan ditempelkannya pada kayu sebagai pegangan. Jadilah alat gosok yang bisa digunakan untuk menggosok peralatan rumah tangga seperti panci dan wajan dari kotoran semacam kerak, angus dan lumut. Bentuk alat penggosok ini sederhana, namun efektif untuk membersihkan alat dapur, juga dapat menghilangkan kerak yang melekat pada tembaga dan kuningan. “Tembaga dan kuningan dapat terlihat seperti baru lagi,” ujar Yudi, yang biasa berjualan alat gosoknya di Pasar Beringharjo, sebagaimana dikutip Kedaulatan Rakyat.

Alat tersebut dapat pula digunakan untuk menghilangkan lumut yang menempel di lantai, keramik dan besi yang sudah berkarat. Keunggulan alat penggosok ini, murah dan tanpa meninggalkan goresan. Tembaga, kuningan, besi dan aluminium tidak akan menipis. “Karena Yudi membuat alat itu dalam dua jenis, besar dan kecil. Yang besar harganya Rp 3.000 sedangkan yang kecil Rp 2.000.

Awet tidaknya alat gosok ini tentu saja tergantung pada sering tidaknya dipakai dan jenis kotoran yang dibersihkan. Jika kotorannya semacam kerak dan karat yang susah dilepas, tentu saja peralatan ini cepat aus. Namun agar lebih awet Yudi menyarankan dalam menggunakan alat ini sebaiknya penggosokan dilakukan dalam satu arah. Khusus untuk membersihkan alat rumah tangga dari jelaga, keadaan wajan dan panci harus kering. Tidak boleh basah atau terkena air meski sedikit. Karena dalam keadaan basah angus menjadi semakin sulit dihilangkan. Sedangkan dalam kondisi kering, peralatan dapur lebih mudah dibersihkan. Namun untuk membersihkan besi, tembaga dan kuningan, kondisi basah atau kering tidak terlalu masalah. “Namun, sebaiknya penggosokkan tetap dilakukan searah. Ditekan kuat-kuat. Kerak dan karat akan tergesek oleh paku-paku kecil ini.

“Membersihkan keramik dari lumut tak jauh beda caranya,” katanya. Dalam membuat perlatan penggosok ini Yudi mengaku hanya dibantu istrinya di rumah. Kalau ada pesanan dalam partai besar, barulah ia meminta bantuan beberapa orang tetangganya. “Saya berusaha memanfaatkan limbah dari pabrik tekstil, menjadi alat pembersih yang berguna,” tutur Yudi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: