Visi, mengapa??

September 30, 2007

Meraih cita-cita tak mudah semudah membalikkan telapak tangan untuk mewujudkan cita-cita kita kudu punya yang namanya : VISI….. Terkadang kita harus jadi seorang pemimpi untuk mewujudkan cita-cita kita,mengapa tidak? hmm bukankah si Jenius Einstein pernah bilang kalau ” Imajinasi lebih berharga dari sekedar ilmu pasti”.Mewujudkan cita-cita hanya bermodalkan mimpi?Tidak!tentu harus mempunyai visi yang dibarengi keyakinan, optimisme yang kuat, ikhtiar dan yang paling penting adalah selalu memohon do’a kepada Allah S.W.T agar apa yang dicita-citakan kita berkenan untuk dikabulkan-Nya.manusia hanya berencana, Allah jualah yang menentukannya dan jangan lantas bersedih jika tidak terkabul, bisa saja sesuatu yang kita anggap baik padahal ia sangat buruk untuk kita, dan sesuatu yang kita anggap buruk padahal ia amat baik untuk kita.seperti firman Allah S.W.T : Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui [Al-Baqarah :216].Ketemu Berlian segenggam setelah kehilangan emas beberapa gram.Boleh Jadi! Asyik Banget kan?hehehe..kalau itu sih aku juga maw😀..ups!kembali mengenai visi.

Seorang teman pernah bertanya padaku ”untuk apa sih kamu kerja?”lantas dengan jawaban paling klise sedunia aku menjawab”Demi sesuap nasi”.Ternyata jawabanku mendapat respon yang luar biasa , beliau bilang gini ” kalau hanya untuk sesuap nasi apa bedanya kita dengan ayam (penghalusan kata dari binatang), mereka juga mengais rezeki hanya untuk makan, bukankah manusia telah diberikan akal oleh Allah agar mampu berfikir untuk mendapatkan kebahagian dunia dan akherat, maka dari itu kita harus punya cita-cita,punya visi,ngapain capek-capek kerja cuma demi sesuap nasi, kalau itu sih ayam juga bisa ”Hiks…huaa…dalem bangeet!bener sih apa yang di bilang temanku itu, hidup harus punya cita-cita, untuk mudah merealisasikan cita-cinta, kita harus punya yang namanya visi, tewujud atau tidaknya itu diluar kuasa kita, jadi serahkan saja pada yang maha kuasa yaitu Allah Ta’alla..

Visi harus dibarengi dengan keyakinan. Bagaimana mungkin Ben Franklin mampu membuat penangkal petir bila ia sendiri tak percaya bahwa kilatpun dapat dikurangi bahayanya?Bagaimana mungkin Harry Houdini mampu melepaskan dirinya dari sangkar besi bila ia sendiri tidak meyakini bahwa ia mampu melepaskan dirinya dari sangkar besi tersebut?Bagaimana mungkin Neil Armstrong dapat mendarat di bulan kalau memang benar bila ia sendiri tidak pernah percaya bisa mencapai kesana?

Visi harus terlukiskan dengan jelas.Saat ingin menjadi pemain sepak bola yang handal, misalnya, kita harus memvisualisasikannya. Dari mulai membayangkan bagaimana tendangan yang baik untuk mencetak gol ke gawang, bagaimana untuk menjaga stamina agar tetap fit pada saat dilapangan, trik apa yang akan dilakukan untuk mengecoh lawan, bagaimana membangun kerjasama tim yang bagus saat pertandingan. Kenapa harus?karena semakin jelas kita membayangkan, semakin bangkit emosi yang memotivasi.Jack Nicklaus, seorang pegolf legendaris berkata ” aku tak pernah melakukan pukulan tanpa lebih dulu membayangkan dengan jelas dan terfokus dalam benakku, bahkan pada saat latihan” itulah kenapa ia memenangkan lebih dari 100 turnamen golf.orang bijak mengatakan, cita-cita yang ternyatakan , tertulis dan tervisualisasikan dengan jelas sudah merupakan setengah dari keberhasilan meraihnya.

Visi harus dijabarkan dengan tujuan spesifik.kalau diibaratkan dengan pertanyaan visi mengandung unsur 5W, sedangkan tujuan mengandung unsur 1H.Mari kita coba merumuskan visi dan tujuan kita, contoh :

Visi(mengandung 5W-What Where Who Why When)
What : Saya ingin menjadi pemain sepak bola yang handal, membawa Indonesia menjadi finalis dan pemenang pada pertandingan sepak bola dunia.
Where : di Indonesia dengan basis Ibukota
Who : saya bersama klub sepak bola saya
Why : Karena saya hobby olah raga terutama sepak bola,usia saya masih relatif muda, punya cita-cita membawa Sepak Bola Indonesia agar mempunyai nama sampai mancanegara, lari saya cukup kencang, tendangan saya cukup kuat, mengetahui trik lapangan, dan ingin menjadi motivator lewat olah raga Sepak Bola.
When : 9 tahun dari sekarang cita-cita itu diharapkan terwujud.

Tujuan(mengandung 1H-How)
T1 Bergabung dalam SSB(Sekolah Sepak Bola), fokus latihan, mengikuti dan dan memenangkan pertandingan sepak bola antar klub di SSB saya.( tahun 1 dan 2 )

T2 Menjadi kapten pada klub di SBB saya, meningkatkan latihan, mengikuti dan memenangkan pertandingan sepak bola antar SSB se-Indonesia, mengikuti dan memenangkan piala Danone ( tahun 3 dan 4 )

T3 Evaluasi pertandingan sebelum-sebelumnya, menambah trik baru pada pertandingan, mengikuti dan memenangkan pertandingan yang diadakan sponsor, bergabung dalam PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), menjadi salah satu anggota tim sepak bola yang mengikuti dan memenangkan piala Asia .( Tahun 5 dan 6 )

T4 Meningkatkan kuantitas dan kualitas bermain bersama tim, Sering mengadakan evaluasi pertandingan, mempelajari cara bermain lawan, mempersiapkan diri dan tim untuk menghadapi pertandingan piala dunia.( Tahun 7 dan 8 )

T5 Mengikuti dan memenangkan pertandingan sepak bola untuk piala Dunia, menjadi pengajar pada Sekolah Sepak Bola Indonesia, menjadi motivator bagi bibit-bibit baru persepak bola Indonesia,membuka cabang Sekolah Sepak Bola di setiap provinsi Indonesia, menjadi pengamat sepak bola indonesia, menghadiri dan jadi juru bicara pada konferensi FIFA (Tahun 9)

Nah..temans kita dapat melihat bahwa tujuan-tujuan yang jelas dan tertulis dapat membuat kita lebih terarah dalam mencapai visi.hmmm…dengan tujuan-tujuan yang jelas, visi yang terarah, iktiar yang maksimal, do’a yang khusyuk, Insya Allah kita mempunyai peluang 99% mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan, dan 1%nya tetap Allah jua yang berkuasa menentukan. Wallahualam Bish-Shawab.Oke temans…Selamat menggapai cita-cita dan jangan mau hanya menjadi seorang pemimpi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: