Puasa Membuat Kita Sehat.

September 30, 2007

BULAN Ramadan, bulan bagi umat Islam wajib menjalani puasa, seperti disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 183: “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa seperti telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”.

Setiap muslim dewasa yang sehat jasmani dan rohani, wajib menjalani puasa Ramadan demi ketaatan kepada perintah Allah. Tidak ada perintah Allah yang akan mencelakakan manusia, karena Allah selalu menyediakan alternatif sebagai pengganti bagi orang-orang yang tidak mampu melaksanakan perintah itu. Puasa bahkan dapat membuat orang menjadi lebih sehat! Bagaimana puasa dapat membuat orang menjadi lebih sehat?

Agar mengerti, bagaimana puasa dapat meningkatkan kesehatan, perlu lebih dahulu memahami apa pengertian sehat. Mengacu kepada pengertian sehat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sehat adalah sejahtera jasmani, rohani, dan sosial. Bukan hanya bebas dari penyakit, cacat, ataupun kelemahan. Dengan kata lain, sehat paripurna. Puasa Ramadan mempunyai peran yang sangat besar untuk membuat orang menjadi sejahtera paripurna ini, apabila ikhlas melaksanakan puasa Ramadan yang merupakan perintah Allah.

Ada baiknya, lebih dahulu perlu kita pahami bagaimana terjadinya penyakit yang dapat dikelompokkan dalam dua kelompok besar, yaitu penyakit yang disebabkan adanya infeksi dan bukan oleh infeksi.

Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh virus, kuman (bakteri), parasit, dan jamur (fungi). Contoh penyakit infeksi oleh virus, misalnya influenza, cacar air, dan demam. Yang lebih berbahaya, ialah AIDS dan flu burung yang baru-baru ini merebak. Contoh oleh kuman, misalnya tifus perut, muntah-berak, tbc, dll. Contoh oleh parasit, misalnya malaria, filariasis (penyakit kaki gajah). Contoh oleh jamur, adalah panu dan penyakit jamur kulit (dermatomycosis) lain, misalnya gatal pada lipat paha dan selangkangan.

Penyakit noninfeksi, disebabkan oleh faktor-faktor, seperti keturunan, pola perilaku hidup yang tidak sehat dan tidak tertib, nutrisi dan tata-gizi yang tidak seimbang baik dalam komposisi maupun konsumsinya, dan pencemaran lingkungan.

Banyak dari penyakit noninfeksi disebabkan oleh kelalaian dalam mengonsumsi nutrisi dan menata gizinya. Mereka yang dikaruniai Allah rezeki banyak, sering mengonsumsinya secara berlebihan. Akibat dari kelalaian dan kesalahan mengonsumsi dan menata gizi ini, baru timbul sebagai penyakit setelah 20-30 tahun kemudian.

Kelebihan asupan kalori, kebanyakan makan karbohidrat (nasi, roti, dan sejenisnya) akan menyebabkan obesitas (kegemukan). Dalam jangka panjang, dapat menjurus terjadinya penyakit kencing manis (Diabetes mellitus). Kebanyakan mengonsumsi makanan berminyak, bersantan atau lemak dapat menjurus terjadinya kolesterol tinggi dalam darah.

Dengan demikian, perlu adanya upaya-upaya penyembuhan sederhana yang dapat kita lakukan sendiri. Pertama, mengatur makan. Kedua, melakukan olah raga dan penggunaan obat baru pada urutan ketiga. Masalah olah raga dalam bulan Ramadan akan dibahas dalam tulisan berikutnya.

Makan, tentu perlu bagi kita. Makanan adalah sumber energi untuk beraktivitas. Tetapi, kelebihan makan berarti kita meracuni diri sendiri. Oleh karena itu, diajarkan kepada kita untuk “Berhenti makan sebelum kenyang”. Bila kita ikhlas melaksanakan puasa dan berpegang kepada “berhenti makan sebelum kenyang”, insya Allah kita tidak akan meracuni diri sendiri dengan makan yang berlebihan. Bahkan, dengan menjalani puasa seperti di atas, insya Allah kita akan semakin sehat.

Niat puasa yang kuat juga akan menata berbagai fungsi organ-organ tubuh secara baik. Orang yang di luar bulan Ramadan sering menderita sakit maag (sakit ulu-hati), dengan niat yang kuat, sakit maag ini dapat sembuh bersamaan dengan pelaksanaan puasa Ramadan.

Bulan Ramadan adalah bulan suci yang harus diistimewakan secara batiniah. Misalnya, setelah berbuka puasa, salat tarawih, dan makan-minum secukupnya, sebaiknya lekas tidur, tak perlu nonton TV sampai akhir acara agar dapat menjalankan qiyamul lail. Pendalaman pemahaman agama akan membawa orang kepada sejahtera (sehat) rohani yang lebih baik. Bulan Ramadan juga membawa orang pada kegiatan sosial yang lebih baik dengan dilaksanankannya salat tarawih dan dikeluarkannya zakat fitrah. Semua itu akan membawa kita pada sejahtera (sehat) sosial yang lebih baik. ***
repost : Prof. Drs. dr. H.Y.S. SANTOSA GIRIWIJOYO Psi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: