EMMA (istriku)…. Aku tidak akan berselingkuh seperti….

September 30, 2007

Judul di atas merupakan bentuk azzam/komitmenku yang hanya aku lafazkan di dalam hati, karena aku sungguh mencintai istriku, dan rasanya tidak perlu dizahirkan (diucapkan) kepada istriku itu, karena menurutku tidak ada gunanya… (tidak ada hubungnya dengan bab romantis…hehehe…)

Mengapa hal ini senantiasa terbersit, tidak lain secara satu minggu ini, kok yang selalu masuk ke kupingku seringnya tentang topik selingkuh ya… ? aneh…aneh…
Di mulai ketika shalat Jumat kemarin , khatibnya berkhutbah tentang selingkuh, atau berzina, sebagai hal yang (sudah) dianggap wajar. Tema ceramah sebenarnya “mengapa banyak di antara kita sudah mengerti ilmu agama, sudah tahu apa saja hal-hal yang menyebabkan dosa, tetapi kita bersikap ANOMALI, bersikap menyimpang”. Aku ga kenal siapa khatibnya, sepertinya salah satu dosen teknik, karena cukup banyak istilah teknik yang keluar…

Kemudian di hari-hari lain, ada “gosip” panas beredar di sekitarku tentang seseorang yang baru ku kenal, tapi sebenarnya beliau sudah sangat terkenal kok, akunya aja yang kuper…hehehe… Beliau beristri dua, menurutku tidak ada salahnya beliau melakukan begitu, toh beliau sangat mampu. Cuma, yang di sayangkan (ini bukan menurutku, tapi gosip-gosip yang beredar itu) cara menuju pernikahan dengan istri keduanya itu. Istri pertama beliau yang merupakan istri sejati (menurutku) telah mengalami sakit yang lama (lebih kurang sepuluh tahun). Beliau menderita sejenis penyakit autoimun (aparat kekebalan tubuh menyerang tuannya sendiri), yang bersifat progresif (perlahan tapi pasti akan menyebabkan kematian…) dan memang kematian itu telah menjemput istri beliau itu, sekitar satu setengah bulan lalu. Sungguh disayangkan (sekali lagi menurut gosip itu), ternyata beliau diam-diam menikahi seorang janda beranak (beliau juga telah dikarunia anak yang cukup banyak). Padahal istrinya dalam keadaan sakit yang parah itu. Wallahua’lam, apakah kematian istri pertama beliau “dipercepat” setelah memendam rasa sakit hati yang memang amat menyakitkan itu…

Ya, memang tidak ada kewajiban bagi sang suami untuk melapor pada istri pertamanya ketika akan menikah lagi, tapi kondisinya itu yang amat sangat disayangkan…. Apalagi ada cerita bahwa istri kedua beliau itu bukanlah “orang yang baik-baik”, setidaknya menurut komunitas yang mengedarkan “gosip” ini”. Istri kedua ternyata bercerai dengan suami pertamanya tidak dengan baik-baik (entalah ada masalah apa…). Dan “katanya” pernikahan terjadi sebelum lewat masa iddah selesai. Sehingga ada dugaan, mereka telah berselingkuh selama masa istrinya sedang sakit (perlu diketahui, istri kedua adalah asisten beliau di tempat kerja). Dan akhirnya anak-anak beliaulah yang jadi korban, secara di awalnya juga, anak-anak beliau tidak menerima keberadaan ibu kedua itu. Yah, akhirnya anak-anak juga yang jadi korban, generasi mendatang yang penuh dengan trauma akibat perbuatan orang tuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: