DOA-ku, Perkenankan aku mencintai-Mu Rob…

September 30, 2007

Tuhanku….
Aku masih ingat,
saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu,
Kajian demi kajian tarbiyah kupelajari,
untai demi untai kata para ustadz kuresapi,

Tentang cinta para nabi,
tentang kasih para sahabat,
tentang mahabbah orang shalih,
tentang kerinduan para syuhada.

Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam,
kutumbuhkan dalam mimpi idealisme,
yang mengawang di awan.

Tapi Rabbi…
Berbilang hari demi hari dan kemudian tahun berlalu,
tapi aku masih juga tak menemukan,
cinta tertinggi untuk-Mu,
aku makin merasakan gelisahku memadai,
dalam cita yang mengawang,
sedang kakiku mengambang,
hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan.

Allahu Rahiim…. Illahi Rabbii….
perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku….
Perkenankanlah aku mencintai-Mu, sebisaku….
Dengan segala kelemahanku….

Illahi….
aku tak sanggup mencintai-Mu,
dengan kesabaran menanggung derita.
umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al-Mustafa.
Karena itu ijinkan aku mencintai-Mu,
melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu,
atas derita batin dan jasadku,
atas sakit dan ketakutanku.

Rabbii….
aku tak sanggup mencintai-Mu,
seperti Abu Bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya
dan hanya meninggalkan Engkau dan Rasul-Mu,
bagi diri dan keluarganya.
atau layaknya Umar, yang menyerahkan separuh hartanya demi jihad.
atau Ustman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan Dien-Mu.
Ijinkan aku mencintai-Mu, melalui 100-200 perak,
yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan,
pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan,
pada makanan-makanan yang terkirim kehandai taulan.

Illahi….
aku tak sanggup mencintai-Mu,
dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat nabi-Mu,
hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya.

Karena itu Ya Allah….
perkenankanlah aku tertatih menggapai cinta-Mu,
dalam shalat yang coba kudirikan dengan terbata-bata,
meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Robbii….
aku tak dapat beribadah ala orang-orang shalih,
atau bagai para al-hafidz dan hafidzah,
yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta dengan-Mu,
dalam satu putaran malam.

Perkenankanlah aku mencintai-Mu,
melalui satu-dua rakaat shalat lailku,
atau sekedar sunnah nafilahku,
selembar dua lembar tilawah harianku,
lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa Rahiim….
aku tak sanggup mencintaiMu,
semisal para syuhada yang menjual dirinya dalam jihad bagi-Mu

Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu,
dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu,
dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim….
aku tak sanggup mencintai-Mu di atas segalanya,
ijinkan aku mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku,
membawa mereka pada nikmatnya hidayah dalam naungan Islam,
manisnya iman dan ketabahan.
Dengan mencintai sahabat-sahabatku,
mengajak mereka untuk lebih mengenal-Mu,
dengan mencintai manusia dan alam semesta…

Perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku, Yaa Allah…
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa….
Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: